How To Make Pisang Goreng

Halo semuanya! Pada hari ini, aku akan mengajari kalian untuk membuat snack yang sangat sederhana, yaitu pisang goreng. Pisang goreng adalah makanan yang bisa di nikmati semua orang dan cocok dengan secangkir teh. Resep ini kira-kira untuk 4 orang, tetapi kalau mau untuk 1 atau 2, bisa dikurangi sesuai kebutuhan

Resep Pisang Goreng Saus Kinca

Pertama-tama, kita harus menyiapkan bahan-bahan dan juga alat-alat untuk membantu kita membuat pisang goreng.

Bahan-Bahan:

  • 1 sisir buah pisang,
  • 200 ml minyak goreng,
  • 30 gram tepung terigu,
  • 20 ml susu
  • 4 sendok makan gula
  • 1 sdm air
  • ¼ sendok teh garam

Alat-Alat:

  • 1 panci 
  • 1 balon whisk atau sedok 
  • 1 tempat mixer 
  • 1 spatula 
  • 1 piring 
  • 1 sendok teh.
  • Kompor
  • Wajan

Mari kita memulai memasak!

Langkah pertama, masukkan tepung terigu, gula dan garam ke sebuah panci. Lalu, masukkan susu, sambil mengaduk hingga semuanya tercampur sampai rata. Kemudian, potong-potong pisang menjadi bagian lebih kecil dan masukkan ke panci yang berisi adonan dan baluri hingga semua bagian dari pisangnya tertutupi.

Resep Pisang Goreng - YouTube

Akhirnya, kita bisa menggoreng pisang kita. Taruh wajan anda di atas kompor dan masukkan minyak goreng dan tunggu hinga panas. Sekarang, masukkan adonan anda dan tunggu sampai adonannya hingga warna kuning keemasan dan tiriskan ke saringan sampai semua minyaknya keluar.

Resep Pisang goreng tepung oleh Yunitha Ummu Sayyidati - Cookpad

Dengan itu saja kalian sudah membuat pisang goreng! Tinggal di sajikan di sebuah piring dan makanlah! Semoga makanan tersebut akan terasa enak dan sampai jumpa di masakan selanjutnya!

Picture source:

https://www.google.com/search?q=pisang+goreng&sxsrf=AOaemvLVoMiagFhLWjP_WG3YhoJFjqoGfA:1637899980518&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwiaopD0lLX0AhXkmuYKHZSICEwQ_AUoAXoECAIQAw&biw=1920&bih=969&dpr=1#imgrc=KleffJMB4aXGjM

https://www.google.com/search?q=pisang+goreng&sxsrf=AOaemvLVoMiagFhLWjP_WG3YhoJFjqoGfA:1637899980518&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwiaopD0lLX0AhXkmuYKHZSICEwQ_AUoAXoECAIQAw&biw=1920&bih=969&dpr=1#imgrc=P-y4BnhWJNbaaM

https://www.google.com/search?q=pisang+goreng+adonan&tbm=isch&ved=2ahUKEwifyYSLlbX0AhXIbisKHTJSD10Q2-cCegQIABAA&oq=pisang+goreng+adonan&gs_lcp=CgNpbWcQAzIGCAAQCBAeMgYIABAIEB4yBggAEAgQHjoICAAQgAQQsQM6BQgAEIAEOgQIABBDOgYIABAFEB5Q9QNY4glg9wpoAHAAeACAAckBiAGKCZIBBTEuNi4xmAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWfAAQE&sclient=img&ei=_F6gYZ_bIcjdrQGypL3oBQ&bih=969&biw=1920#imgrc=DqKbD1G1PMz51M&imgdii=z5EPTMlzv5u3NM

Laskar Pelangi

Film ini dibuka dengan Ikal melakukan perjalanan kembali ke Belitung. Dalam perjalanan tersebut, Ikal mengenang kembali saat saat awal ia masuk ke sekolah Muhammadiyah. Di sini kita melihat Ibu Mus yaitu guru di sekolah tersebut dan Lintang yaitu murid pertama Ibu Mus. Untuk membuka Sekolah Muhammadiyah lagi, murid di kelas tersebut harus mencapai sekitar 10 orang. Jika tidak, sekolah Muhammadiyah akan ditutup. Alhamdulillah, sekolah itu mencapai 10 murid dan mereka semua mulai belajar. Beberapa tahun berlalu dan kita bisa melihat mereka berkembang bersama hingga kelas 5 SD.

Saat Lintang dan kawan-kawan belajar bersama bu Mus dan pak Harfan sebagai kepala sekolah turut membantu mengajar ajaran agama Islam tentang bahtera Nabi Nuh. Mereka pulang ke rumah menggunakan sepeda, begitu juga dengan Lintang. Ia pulang ke rumah untuk membantu ayahnya menjaga adik-adiknya. Terjadi hujan lebat di Gantong sehingga sekolah mereka pasti menjadi sasaran air hujan. Pak Harfan sebagai kepala sekolah meminta bu Mus untuk mengajak Lintang dan kawan-kawan untuk belajar di luar kelas. Saat mereka belajar di luar, mereka melihat pelangi dan memutuskan untuk menggunakan nama tersebut sebagai sebutan kekeluargaan mereka, yaitu Laskar Pelangi

Pada suatu hari mereka semua mengikuti lomba dansa dan mereka menang! Walaupun mereka melawan sekolah yang jauh lebih bagus dengan alat-alat seperti drum, baju yang enak dilihat, dan banyak lagi, sekolah Muhammadiyah melakukan tarian buatan sendiri dan menang lomba tersebut, mereka juga  mengikuti lomba  cerdas cermat  yaitu lomba pengetahuan dasar. Untuk lomba  ini terpilih 3 murid dari  sekolah yang berbeda dan mencoba menjawab soal musik, IPA, PPKN, bahasa Indonesia, dan matematika. 

Ada murid baru yaitu Flo. Sebelumnya Flo adalah murid  SD PN TIMAH. Ia bergabung karena ia menyukai tariannya, semua murid menjadi fokus atas kehadiran Flo sehingga nilai mereka menurun. Bu Mus menegur dan menasehati  mereka agar kembali fokus belajar lagi.

Film Laskar Pelangi memberikan sudut pandang baru mengenai pendidikan di wilayah Timur. Untuk lebih lanjut, jangan lupa tonton filmnya. 

Sumber Gambar: tribunnews.com , https://cucum.my.id

Siapa Itu Yang Ganteng Tuh?

Halo semuanya! Tulisan kali ini, aku melakukan penelitian untuk skripsi- tidak deng hahaha. Pada tulisan ini, aku mendalami apa sih maksud dari nama aku? Sebelumnya, kita sudah tahu banyak tentang Nara dan Narayana, sekarang, kita lebih fokus ke aku. ayo, mari kita cari tahu!

Sebelum aku masuk ke hal teknis dari namaku, Aku jelaskan sedikit deh tentang aku. Namaku adalah Linggar Nara Sindhunata dan umur ku 14! Aku memiliki seorang kaka perempuan yang bernama Diandra Aruna Mahira, biasa dipanggil Aruna  dan dia berusia 16 tahun. Ayahku bernama Yanuar Nugroho, ibuku bernama Dominika Oktavira Arumdati.

Untuk mengetahui lebih banyak, kenapa aku dinamakan Nara, aku langsung bertanya kepada kedua orangtuaku. Aku mengadakan wawancara sesuai dengan pertanyaan yang telah kususun yaitu 5W + 1H (siapa, apa, kapan, dimana, mengapa?)

  1. Siapa kah Nara?: Nara Sindhunata dinamakan dari gabungan nama 2 orang yang ibu hargai/kagumi. No 1. Dari teman ibu bernama Nara. Nara adalah teman spiritual ibu. Dari kata-kata ibu saya, “Nara adalah orang yang close enough to connect dan menyelami dengan manusia. Nah itu adalah Nara,”. Sementara, Sindhunata Adalah romo yang suka menulis buku yang ibu ngefans / menyukai karya-karya romo Sindhunata. Sedangkan Linggar, orang tua aku aja lupa. Maka itu, Aruna membuka google dan ternyata Linggar memiliki arti “Ragu-ragu.”  orangtuaku berpikir, aku akan menjadi anak ragu-ragu atau mereka cari tambahan untuk Nara Sindhunata.
  2. Apa dan Mengapa: Untuk pertanyaan apa ini, aku bertanya apakah tujuan aku di dunia ini. Dan kata ibu saya, “Nah kalau itu cari sendiri. Entah untuk membantu hidup orang lain + hidupmu sendiri, itu kamu harus cari tahu sendiri.”
  3. Kapan?: Kalau kapan, aku bertanya “Kapankah aku lahir?” Ibuku bilang (aku juga tahu) Pada tanggal 10 Juli 2007 Di rumah sakit St. Mary Hospital di Manchester. Pada waktu aku lahir, aku disiapkan untuk water birth yaitu kelahiran di dalam air. Jadi, waktunya sedikit cerita nih. Saat ibuku keluar dari taksi ke rumah sakitnya, kira-kira aku lahir 10 menit kemudian. Ibuku masuk ke rumah sakit dan meminta water birth untuk disiapkan. Tetapi aku kelahiran terlebih dahulu (hampir di ruang tunggu).
  4. (4.2) Selain bertanya kapan aku lahir, aku juga bertanya kapan aku menjadi orang sukses. Dimana ibuku menjawab “Setiap hari kita tuh orang sukses.” sungguh sangar.
  5. Dan akhirnya, dimana kah aku dilahirkan? kan itu lebih fokus ke tempatnya. Aku lahirnya di St Mary’s Manchester Royal Infirmary Hospital

Supaya tulisan ini tidak membosankan, ini ada beberapa foto aku saat aku masih kecil.

saat gigi saya masih putih
saat aku masih makan sayur
saat aku masih bahagia
saat kulitku masih putih

Ya sekian dari tulisan aku hari ini, dan sampai ketemu di tulisan berikutnya!!!!

Aliran Swaminarayan dan tata cara berdoa dalam agama Hindu

Dalam agama Hindu, aliran tertinggi/ paling banyak disembah adalah aliran Waisnawa, dengan dewa tertinggi mereka dewa Wisnu, dipercaya sebagai dewa pemelihara atas segala ciptaan Brahmana. Selain aliran Waisnawa ada tiga aliran lain yaitu Saiwa, Sakta dan Smarta. Dalam aliran Waisnawa, ada satu aliran yang tepat berada di bawah naungannya yaitu aliran Swaminarayan. Aliran Swaminarayan ini, bisa dikatakan masih ada sampai hari ini dengan penganut terbanyak di kalangan umat Hindu Gujarat.  Aliran Swaminarayan disebut sebagai aliran denominasi.

Aliran Swaminarayan memusatkan pengabdian kepada kepribadian Swaminarayan sebagai yang diagungkan dan Awatara Wisnu, pelayanan sosial dan kode etik yang sempit termasuk pemisahan gender. Mereka yang diinisiasi untuk penyembahan Dewa Khrisna diperintahkan untuk memakai Tulasi kanti atau tabsih dalam dua baris di leher mereka, satu untuk Krishna dan satu untuk Radha. Pengikut juga diinstruksikan untuk mengucapkan mantra Sri-Krishna smaraṇaṁ mama (Kresna Agung yaitu perlindungan jiwa saya) dan memakai tanda Urdhva Pundra Tilak di dahi mereka. Pengikut diperintahkan, memuja Krishna setiap hari di kuil-kuil dan mantra Kresna sangat penting untuk inisiasi Swaminarayan (diksa). Tuhan diyakini disebut dengan beragam nama: Para Brahman, Bhagawan dan Purushottama. 

Secara singkat, penjelasan tentang aliran Swaminarayan dan sedikit gambaran mengenai aliran Waisnawa, sebagai aliran yang menaungi langsung aliran tersebut. 

Berikut  sedikit pengenalan mengenai tata cara sembahyang dalam agama Hindu.

Ada beberapa tahap sebelum menyembah/sembahyang. Pertama-tama, kita harus membersihkan badan. Ini bisa dilakukan dengan mandi, jika tidak, mencuci muka, kaki, dan juga berkumur sudah cukup. Pakailah pakaian yang sopan. Ada beberapa pakaian yang biasanya digunakan untuk sembahyang diantaranya  Udeng, Kamben, dan Senteng. Siapkan bunga, dupa dan bisa langsung masuk ke dalam pura . 

Saat berada di dalam pura, bersiaplah untuk sembahyang, dengan duduk dan mengambil sikap sila atau bajrasana. dan yang terakhir, mulai sembahyang dengan cara mengambil sikap tenang dan menunduk. 

Untuk berdoa, ada beberapa tipe-tipe sesuai dengan doa tersebut. Sebagai contoh, untuk berdoa kepada Nara dan Narayana, sebutlah nama mereka berulang kali, tidak ada batas sama sekali. Ini dilakukan dengan menyalakan lilin atau dupa. Lilinnya seperti foto dibawah ini.

Nara dan Narayana

 Etimologi dan Pengantar

Secara etimologi dalam bahasa Sanskerta, Nara berarti Manusia, dan Narayana mengacu pada nama dewa. Nara dipercaya sebagai roh yang meliputi alam semesta dan akan dikaitkan dengan Narayana. Sementara untuk Narayana, menurut kepercayaan, nama Narayana diambil nama lain dari air  yang adalah ‘Naara’, tempat istirahat dewa Wisnu yang bernama ‘Ayana’. Kedua kata tersebut (Naara dan Ayana) digabung dan dijadikan nama yang menjadi saudara kembar dewa Nara yaitu Narayana.

Hubungan dekat Narayana dengan air menjelaskan pengembaraan Narayana dalam seni Hindu sedang berdiri atau duduk di samudra. Pengejawantahan penting dari Narayana adalah “Maha Menjadi yang merupakan dasar dari semua orang”. Mereka adalah putra Dharma oleh Murti atau Ahimsa dan emanasi Wisnu, Arjuna diidentifikasikan dengan Nara, dan Krishna dengan Narayana.

Nara dan Narayana merupakan saudara kembar penjelmaan Dewa Wisnu di bumi dan mereka adalah sepasang dewa Hindu, yang bertugas sebagai penegak dharma atau kebenaran. Dalam konsep Nara dan Narayana, Nara dipercaya sebagai jiwa manusia, Narayana dipercaya sebagai Yang Maha Suci. Nara dipercaya sebagai pasangan yang kekal bagi Narayana. Dalam Wiracarita Hindu Mahabharata menyatakan, Krishna sebagai Narayana sedangkan Arjuna sebagai  Nara pahlawan dalam wiracarita. 

Arjuna dan Krishna sering disebut sebagai Nara-Narayana dalam Mahabharata, dan dianggap sebagai bagian dari inkarnasi Nara dan Narayana, menurut Devi Bhagavata Purana.

Dalam kehidupan sebelumnya, keduanya terlahir sebagai resi Nara dan Narayana yang melakukan penebusan dosa di tempat suci Badrinath. Nara dan Narayana adalah Avatar keempat Wisnu. Si kembar adalah putra Dharma, putra Brahma dan istrinya Murti (Putri Daksha) atau Ahimsa. Mereka tinggal di Badrika melakukan pertapaan keras dan meditasi untuk kesejahteraan dunia.

Kedua orang bijak yang tak terpisahkan ini mengambil avatar di bumi untuk kesejahteraan umat manusia. Legenda mengatakan bahwa sekali, Shiva mencoba membawa ketenaran Nara dan Narayana ke seluruh dunia. Untuk melakukan itu, dia melemparkan senjata ampuhnya sendiri, Pashupatastra, ke para resi yang bermeditasi. Kekuatan meditasi mereka begitu kuat sehingga Shiva kehilangan kekuatannya di depan mereka. Shiva menyatakan bahwa ini terjadi karena keduanya adalah Jnani tingkat pertama terus-menerus dalam keadaan Nirvikalpa Samadhi. Jnani sendiri adalah singkatan atau gelar yang diberikan kepada orang yang memiliki pengetahuan suci.

Bhagavata Purana menceritakan kisah kelahiran Urvashi dari orang bijak Nara-Narayana. Suatu ketika, resi Nara-Narayana sedang bermeditasi di kuil suci Badrinath yang terletak di Himalaya. Pertapaan-pertapaan mereka membuat para dewa khawatir, jadi Indra, Raja Dewa, mengirim Kamadeva, Vasanta (musim semi) dan bidadari-bidadari untuk menginspirasi mereka dengan semangat dan mengganggu pengabdian mereka. Resi Narayana mengambil sekuntum bunga dan meletakkannya di pahanya. Segera dari sana muncul seorang bidadari cantik yang pesonanya jauh melebihi bidadari surgawi, dan membuat mereka kembali ke surga dengan penuh rasa malu dan kesal. Narayana mengirim nimfa ini ke Indra bersama mereka, dan darinya  dihasilkan dari paha (uru dalam bahasa Sansekerta) orang bijak, dia disebut Urvashi. Setelah mengirim kembali para bidadari, para resi suci terus bermeditasi.

Nara dan Narayana juga dipercaya dalam pengutusan mereka menegakkan kebenaran atau Dharma di bumi dengan tujuan untuk mengalahkan raja Kamsa. Raja Kamsa sendiri adalah raja ‘iblis’. Raja Kamsa merebut tahta Mahtura dari ayahnya yang bernama Ugrasena dan memenjarakannya bersama dengan sepupunya Dewaki. Sehingga Nara dan Narayana di utus untuk menegakkan Dharma.

Sekolah Itu Asik!

Inilah hari pertama aku masuk sekolah!

Aku bangun pagi dengan semangat dan tidak sabar untuk memulai sekolah. Di pagi hari aku melakukan pekerjaan rumah yaitu menyapu halaman sampai bersih dan cabut rumput, aku mandi, sarapan roti berisi keju, memakai seragam dari YIS, dan masuk ke mobil.

Di perjalanan, aku terasa gugup dan takut terhadap apa yang akan terjadi. Karena ini sekolah formal pertamaku, aku ingin memberi kesan pertama yang bagus. Perjalanannya terasa sangat lama dan aku menelpon ayahku untuk memberi saran saat aku masuk sekolah. Saat aku sampai di YIS, tempatnya sangat ramai dengan murid. Aku turun dari mobil dan bilang, “pergi dulu ya bu” dan mulai masuk sekolah. 

Saat aku melewati lorong menuju ruang kelasku, aku merasa gugup dan kakiku mulai bergetar. Saat aku masuk ke kelas, aku berkenalan dengan wali kelasku namanya Pak Philip. Kelasku memanggil dia BMW karena dia botak. Singkatan BMW untuk pak Philip adalah (Botak Mengkilat Wow) Beliau sangat baik dan berasal dari Australia. Ada juga Ibu Luky dan Ibu Tyas. Beliau berdua dari Indonesia jika aku perlu berbicara menggunakan bahasa Indonesia, Ibu Luky bisa membantu menerjemahkan.

Pukul 8, semua murid berkumpul di kelas dan ada sekitar 21 murid karena kelasku gabungan dari kelas  3 dan 4. Saat mereka semua masuk ke kelas, kami mulai berkenalan satu sama lain. Aku kemudian berdiri dan memperkenalkan diri.

“Hi everyone! My name is Nara. I am 11 years old and my hobbies include wushu and also sports. My favorite lesson is math because it’s fun in my opinion. And this is the first time I joined a formal school or a school in general because I am homeschooled. It is very nice to meet you all and I can’t wait to get to know you guys” Dari situ, semua anak di kelas aku bercerita apa yang mereka lakukan selama akhir pekan. Dari situ, kami mulai mata pelajaran matematika. 

Dari jam 8-9 kami ada pelajaran matematika. Saat aku membaca materi yang diberikan oleh guru, kesan pertamaku adalah  “ Ini jauh lebih sulit dari materi yang aku pelajari.” Tapi, karena ada banyak guru, aku bisa meminta tolong dan cepat paham materi yang diberikan. Setelah mata pelajaran matematika, kami ada mata pelajaran musik dari jam 9-10. Guru mata pelajaran musik kami ternyata lebih asik, guru tersebut bernama Pak Ino dan dia bisa memainkan banyak alat musik seperti angklung, gitar, piano, drum, suling, dan banyak lagi. Kebetulan, alat musik yang kami pelajari adalah guitar, aku sudah belajar gitar selama 1 tahun sebelum aku masuk YIS. Musik adalah mata pelajaran favoritku, aku dan pak Ino cukup dekat karena kami memiliki kesamaan dalam musik.

Jam 10 sampai 10:20 adalah waktu istirahat. Waktu istirahat ini aku gunakan waktu makan makanan kecil. Di lorong, aku mau berkenalan dengan murid lain tetapi aku malu dan takut untuk berkenalan dengan mereka. Dari semua itu, aku tidak tahu bagaimana untuk memulai percakapan, sambil mencari alasan untuk berkenalan, ada 2 orang yang mendekati aku terlebih dahulu yaitu JJ dan Kaushi. Kesan pertama aku dengan dengan JJ adalah, orangnya sangat tinggi, pintar dan juga anak yang suka bergaul dengan anak yang lain. Sementara Kaushi orangnya tertutup dan tidak terlalu suka berkenalan dengan orang yang baru. Untuk beberapa saat kami tidak ada bahan obrolan, sehingga JJ mengeluarkan gawai untuk mencari bahan obrolan. Kami semua tertawa dan mengikuti perintah google untuk “membuat teman baru.”

Perkenalan awalku dengan JJ dan Kaushi sangat asik, dan tanpa sadar, waktu istirahat kami sudah habis dan harus segera kembali ke kelas. Setelah waktu istirahat, ada 2 mata pelajaran lagi. 

Saat makan siang di kantin, aku duduk bersama teman sekelas dan mereka bertanya banyak hal tentang aku. Aku jarang bersosialisasi dengan orang sebanyak ini, sehingga aku merasa susah bernafas dan gugup.

Ketika aku dalam situasi seperti ini, aku mengingat dan mengikuti perkataan ibuku, 

“Koe loh ndok, atur ae nafasmu dan tenang ae.” Dan aku lanjut bergaul dengan mereka. Untuk makan siang, mereka memesan katering, sementara aku membawa makanan dari rumah. Beberapa dari mereka meminta makananku karena makanan sekolah tidak terlalu enak. Aku pun tertawa.

Setelah makan siang, kami ada waktu untuk bermain. Aku diajak oleh JJ untuk bermain basket di lapangan. JJ sangat bagus bermain bola basket dan ternyata dia suka finishing. Sambil main, dan tanpa sadar, waktu istirahat kami sudah berakhir.

Setelah bermain, aku ada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hari ini kami belajar dengan bersama Ibu Tyas sebagai guru pengganti Ibu Maya. Beliau tidak mengajar karena ia akan melahirkan. Hari ini kami menonton dongeng dan membuat catatan dari dongeng tersebut. Setelah mata pelajaran bahasa Indonesia, kami belajar bahasa Inggris. Di kelas hari ini, kami belajar “How to respect other races”. Di pelajaran ini kami tidak hanya mendapat materi, tetapi juga berdiskusi dan mencari cara untuk mengakhiri rasisme. 

Hari pertama di sekolah ini akan diakhiri dengan kegiatan ekstrakurikuler. Untuk hari ini kami belajar Informasi Teknologi (IT) secara khusus mengenal PC. Karena aku tidak tahu bagaimana bekerjanya PC, Pak Tommy mengajariku bagaimana cara PC bekerja, mulai dari shortcut, cara membuat akun google, programing, dan banyak lagi. Saat pak Tommy kembali ke komputernya, aku menonton “top gear crash compilation” di youtube. Ada temanku yang mengatakan bahwa aku tidak boleh membuka youtube. Jadi teman-temanku membantu menutup laman youtube agar pak Tommy tidak melihat, setelah itu kami semua tertawa karena kejadian itu dan lanjut dengan main-main.

Pukul 3, sekolah sudah selesai dan waktunya pulang. Tetapi, ibuku belum menjemput, aku mengobrol dengan Zahra dan Ryan. Ryan mengatakan ia mau keluar sekolah karena keluarganya ada masalah pribadi. Sambil menunggu ibuku menjemput, kami bermain tag sekitar 25-30 menit sampai ibuku datang dan aku kembali pulang. Dalam perjalanan, aku menelpon ayah dan menceritakan apa yang terjadi di hari aku masuk sekolah. 

Ternyata sekolah itu menyenangkan juga! Aku belajar dari pengalaman ini adalah, jangan takut untuk lakukan hal yang baru. Pengalamannya bisa menyenangkan dan juga tidak, yang menentukan itu adalah kamu.

Acara Jaladwara #3 Visual Thinking System Pertemuan Terakhir!

Hai hai guys! Hari ini aku akan membahas pertemuan terakhir dengan kakak Jaladwara!

  • Lukisan #1

Lukisan nomor satu menggambarkan sebuah lukisan pada tahun 1910an. Di lukisan tersebut, ada banyak ekspresi yang ditunjukkan. Ada yang menangis, ada yang senyum, ada muka yang kelihatannya kayak orang jahil dan banyak lagi! Aku memilih yang menangis. Kakak Jaladwara menyuruh kami untuk imajinasi apa yang terjadi. Menurutku Anaknya disuruh ikut acara keluarga dan dia tidak mau ikut. Setelah itu dimarahi dan ia menangis. So sad..

  • Gambar #1

Gambar nomor 1 menunjukan bahwa ada truk yang membawa barang-barang seperti baskom, dan mangkok. Selain itu, ada ibu-ibu berkumpul mengelilingi truk tersebut. Saat aku amati, aku berpikir ini adalah sebuah kegiatan jual beli, lalu ibu-ibu akan menjual kembali di pasar. Ada juga anak-anak kecil di samping ibu-ibu yang sedang bermain. Saat aku melihat suasananya, aku berpikir ini berada di sebuah kampung. Mengapa aku bisa berpikir demikian? Alasannya karena, saat aku melihat latar belakangnya, ada “tisu” di samping truk dan ada rumah-rumah terlihat seperti.. ya, yang berada di kampung. Aku juga melihat penampilan dan wajahnya. Jadi, menurutku ini berada di Indonesia.

Teman-temanku mempunyai pendapat yang bagus dan kami saling mengkritisi pendapat satu sama lain. Ada yang mengatakan bahwa truknya itu membawa makanan. Tetapi menurut kami, ini tidak mungkinkan karena itu tidak terlihat seperti ada makanan di truk tersebut. Saat kakak Jaladwara memperjelas ke arah “tisu” tersebut, kami melihat bahwa kotak tersebut mirip dengan bungkus Roma Kelapa seperti gambar di bawah ⇣ Jadi, ada kemungkinan bahwa ada makanan di truk tersebut.

Biskuit png 2 » PNG Image
Roma Biskuit Kelapa. Celup di teh mantappp #notsponsored
  • Gambar #2

Gambar nomor 2 memperlihatkan orang-orang yang sepertinya ingin pergi melakukan demonstrasi atau perang. Saat melihat gambar itu, aku merasa ketakutan karena ini bisa melukai orang lain. Selain itu aku juga bingung, mengapa mereka melakukan ini.

Gambarnya menceritakan bahwa ada orang yang membawa semacam daun kering yang mirip dengan daun kelapa, dan daunnya dinyalakan dengan api. Ada yang merekam kejadiannya dan ada juga yang membawa daunnya. Saat aku melihat emosi mereka, ada beberapa yang ketakutan tetapi sebagian besar terlihat lebih semangat. Ada wanita dan juga lelaki yang ikut dalam acara tersebut. Pikiran pertama yang muncul di kepalaku, ini adalah demo dan yang dibawa mereka adalah obor. Tetapi, semakin lama aku melihat dan memperhatikan, itu ternyata adalah ya daun yang dibakar seperti yang aku sudah jelaskan.

Setelah kami semua bercerita pendapat masing-masing, ada yang bilang gambar tersebut gambar tentang apa. Jadi ada yang googling dan memberi tahu kami semua. Saking penasaran, aku ikutan googling. Setelah aku cari beberapa info di google, pada intinya, Ini adalah Perang api! tradisi dalam rangka menyambut hari raya Nyepi setiap tahun di Lombok! Ada dua kelompok. pemuda dari Negara Sakah dan Sweta. Tanda dari mulainya perang ini adalah ketika bobok (senjata dari daun kelapa) mulai dibakar.

Syap gaes sudah cukup ya untuk hari ini! Maaf karena sudah lamaaaaaa banget tidak upload! Sampai ketemu di cerita berikutnyaaaa BAIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Acara Jaladwara #2: Visual Thinking System part 2

Hai guys kembali di vlog L.N.S lagi dan… eh ini bukan, ini blog deng 😅

Seperti yang aku janjikan, aku akan membuat Journal refleksi pada pertemuan kedua! Jika kalian belum membaca blogku sebelumnya, jangan lupa baca itu dulu! Pada tanggal 04/06/2020 pertemuan kedua acara Jaladwara tentang Visual Thinking System terus melanjut. Tetapi kali ini ada yang beda. Segera aku jelaskan.

Pada kali ini kami semua dikasih gambar sama kakak Jaladwara tetapi untuk blog tidak dikasih jadi kita benar-benar harus fokus dan teliti untuk yang ini!

LUKISAN #1

Untuk lukisan nomor 1, kakak Jaladwara menyuruh kami menggunakan lima indera kami (pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan sentuhan). Lukisannya nampaknya menggambarkan jaman dulu, kurang lebih tahun 1400-1500an. Karena kulihat di backgroundnya sepertinya sesuai dengan setting tahun-tahun itu. Selain itu gambar penjualnya memakai baju yang umum untuk masa itu.

Saat aku mengamati gambar tersebut, yang menarik adalah backgroundnya. Di backgroundnya, ada 3-4 orang menari dan penjual yang menjual barang. Awalnya, saat aku melihat mereka, aku bingung mengapa mereka berdansa dan mengapa di situ? Jadi aku langsung antri untuk menjelaskan pendapatku untuk gambar itu. Saat kakak Jaladwara zoom ke gambar tersebut, ternyata mereka tidak menari… aku sangat bingung dan sedikit malu 😅 Jadi aku segera ke hal yang baru yang menarik perhatianku. saat aku mengamati gambar tersebut, aku melihat penjualnya menjual yang seperti tomat ceri.

Sekarang aku akan jelaskan “tomat ceri” dengan kelima indraku. Pengelihatan “tomat ceri” tersebut berwarna merah dangan oranye, Kalau suaranya tidak ada suara sih. Kalau tomatnya jatuh ya ada suara ya splat. Untuk ciumnya sih ya gimana ya? Hmmm segar baunya. Nah untuk raca ceri tomatnya agak kecut dan manis. Sentuh ceri tomat lembut dan licin luarnya.

GAMBAR #1

Gambar nomor 1 perasaanku sangan membingungkan. Dari yang aku lihat adalah orang Cina yang lagi merayakan suatu acara kurang lebih pada tahun 2015an Bagaimana aku bisa tahu itu? karena di backgroundnya ada yang menari dan kali ini aku tidak salah…. seharusnya. Orangnya juga memegang lilin dan memegang hp sepertinya untuk merekam apa yang terjadi. Suasananya siang sekitar jam 1an sampai 2. Pendapat teman-temanku yang lain sangat bagus juga. Ada yang bilang bahwa mungkin ini perjalanan ke perang atau demo. Aku sebenarnya tidak setuju dan ini alasanku. Jika perang biasanya orang memakai senjata dan baju zirah. Ada yang bilang lilinnya senjata. Tapi aku senang orang ada pendapat lain jadi tidak hanya aku jadi ada perspektif beda-beda.

GAMBAR #2

Gambar kedua isinya tentang kuda yang ditahan oleh banyak orang karena kudanya mengila. Aku merasa bingung dan bagaimana ini bisa terjadi. Bagaimana aku tahu bahwa kudanya menggila? Gambar tersebut, kudanya hampir mau loncati orang dan ada banyak orang yang menahan dia. Dari yang aku lihat dan amati, acara tersebut adalah acara lomba kuda. Di backgroundnya ada banyak orang yang menonton jadi ada kemungkinan lomba. Tetapi pengendaranya tidak ada jadi ada kemungkinan jatuh saat berlomba atau tidak. Jadi tidak sepenuhnya kemungkinan lomba! Selain itu, muka orangnya seperti orang India dari warna kulitnya.

Oke guys sepertinya sudah cukup untuk hari ini! Semoga kalian suka blogku dan jika ada kesalahan atau ada yang bisa dibuat lebih baik, jangan ragu-ragu untuk berkomentar! Sampai ketemu di pertemuan ketiga (pertemuan terakhir bareng Jaladwara untuk sesi ini) oke deh BYEEEEE!

Featured

Acara Jaladwara #2: Visual Thinking System

Hi Guys! Sudah lama ya aku tidak update blog aku. Sudah sekitar.. 1 tahun kayaknya ya wkwkwkwk. Pada blog kali ini, aku akan bercerita… bukan cerita sih tetapi ini journal refleksi. Dan mari kita mulai dengan pertemuan pertama! 

Pada Tanggal 1 Juli 2020. Pertemuan pertama bareng kakak Jaladwara saat pandemic ini dengan cara online. Acara ini tentang mengamati dan berbicara pendapatmu tentang gambar tersebut. Total ada 13 orang yang ikut grup tersebut (3 kakak Jaladwara) (1 aku) dan 9 orang lain.

Yuk aku bahas pertemuan pertama! Nah kan tadi kami harus menggambar dan berpikir rasa barang tersebut kalau di dunia nyata. Antaranya adalah: licin, keras, lembut, berbulu dan banyak lagi. Ini hanya untuk lukisan doang. untuk gambar segera akan aku jelaskan dibawah!

Lukisan nomor 1:

Children Teaching a Cat to Dance, known as ‘The Dancing Lesson’
Painting by Jan Steen

Sama kakak Jaladwara disuruh untuk mengamati dan mengambar hal atau barang yang menarik bagi kita. Setelah kami gambar barang tersebut, kami harus berpikir teksturnya seperti apa kalau barang terserbut dipegang di dunia nyata. Aku memilih anjing. Pasti kalian akan bilang “Wah gampang itu.” atau “Kan ada barang lain yang bisa digambar.” aku memilih anjing karena kalau kalian ingat di blogku hari ke.. 1 atau 2, saat aku dan Rakka ke rumah orang tua asuh, kami dikejar anjing dan kami kabur dengan semangat. Makannya aku memilih anjing. Rakka juga memilih anjing.  

Gambar 1: 

Los Cabos, Calafornia Photographer: Victor R. Caivan

Saat aku lihat gambar ini, aku bingung dan penasaran mengapa mereka semua duduk dan kenapa semua pada sedih dan menangis. Terus penasaran mengapa ada dua pasangan senyum ke kamera. Jadi kami semua dapat gantian untuk berbicara apa pendapat kami dan berpikir apa yang terjadi. Makanya kami kami harus melihat dengan detail dan harus fokus. Dan aku suka gim ini karena tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Menurutku ini bencana alam tetapi aku tidak ada bukti. Selain itu ada yang membuka baju di kanan bawah. Itu berarti panas kalau tidak ada masalah sambil mandi dan lupa baju. Ada juga yang berkata bahwa ada bencana alam.

Gambar 2:

Somewhere in Dubai fotografer: Francois Nel

Aku tahu apa yang kalian pikirkan. MOBIL ITU NGAPAIN DISITU? Aku tahu. Aku juga bingung jadi segera aku antri dan berbagi pendapatku. Saat aku melihat gambar tersebut, menurutku mobilnya pengantar makanan untuk buka puasa karena suasananya sore jam 5. Yang lain juga bilang hal yang menarik. ada yang bilang bahwa mobilnya diparkir di situ dan lupa di keluarkan. Kami semua tertawa dan bersenang-senang melakukan aktivitas tersebut. Kata kakak Jaladwara, gambar ini

Ok sepertinya ini sudah cukup untuk pertemuan pertama! Jika ada yang aku belajar dari semua ini adalah…. Kami semua bisa berpendapat beda-beda dan itu bagus jadi kita bisa dapat berbagai pendapat dan itu bisa membantu kita kedepan.

Sepertinya sudah cukup untuk pertemuan pertama! Stay tuned untuk pertemuan kedua!

Ekspedisi Hari Ke-enam

Akhirnya datang juga hari perpisahan! Hari paling epic sudah datang!

Aku dan Rakka bangun terlalu awal karena kami tidak sabar untuk pulang.  Kami bangun jam 2 pagi karena kami rasa ingin bangun gitu, tidak tahu kenapa. Dan, aku kebelet pipis karena dingin, jadi aku ke toilet karena tidak jadi bawa botol kencingku. Setelah dari  toilet, aku dan Rakka packing karena kami merasa tidak ingin tidur dan juga kami bosan. Setelah itu, kami membersihkan kasur. Tetapi kami malas tidur di kasur. Jadi kami buka karpet yang Rakka simpan dan tidur di lantai dan rasanya enak banget. Aku dan Rakka malah ketiduran dan saat kami bangun, tahu-tahu sudah jam 5 pagi. Jadi aku pergi mandi. Setelah aku mandi, Beni kasih aku dan Rakka gantungan kunci. Katanya untuk kenangan. 

Setelah itu, aku dan Rakka keluar untuk membantu Ibu Sumpani dan Pak Witono menyapu halaman. Saat kami menyapu halaman, kami juga memberi makan ayam. Pak Witono memberitahu bagaimana caranya mengangkat ayam. Rakka berhasil, tetapi baju dia malah kotor gara-gara dia pegang kayak bayi wkwkwk. 

Beberapa menit kemudian, kak Meli dan mas Kaysan datang untuk foto aku dan Rakka bareng keluarga. Setelah itu, kak Meli minta Rakka untuk diwawancara. Sambil Rakka diwawancara, aku ambil tas-tas kami. Setelah itu, aku ganti diwawancara. Setelah wawancara selesai, ini bagian paling sedih, karena kami harus pamit dulu ke ibu Sumpani, Pak Witono dan Beni. Kami juga harus pamit ke Chiko, anjing mereka. Aku juga memberi kenangan berupa sabun. Rakka tidak membawa souvenir, jadi hadiah ini dari kami berdua.

Gambar 1. Foto keluarga asuhku. 

Saat kami tiba sanggar, kami kasih buku kami ke teman, dan mereka bisa tulis apa yang sudah baik dari kami, dan apa yang harus ditingkatkan. Kami semua pada ngakak karena kami tidak bisa banyak menulis untuk apa yang sudah baik, tetapi kami bisa bilang banyak untuk yang harus ditingkatkan. Aku merasa agak susah untuk mencari hal yang baik dari teman-temanku. Tetapi, kok lebih gampang ya cari hal yang harus mereka perbaiki. Jadi kayaknya aku harus belajar melihat kebaikan dari orang lain dengan komunikasi sehingga kenal lebih dekat. Yang semua sama menulis tentang yang aku harus perbaiki adalah jangan suka telat. Kalau yang positif, hemmm ya makasih ya teman-temanku. 

Gambar 2 dan 3. Evaluasi yang lucu.

Setelah itu, kami juga pamit kepada pengurus sanggar. Bapak dan ibu pengurus sanggar juga minta maaf atas kesalahannya. Tetapi Pak Untung malah marahin aku dan Rakka didepan semua orang. Masalahnya, pak Untung cuman nanya nama aku doang. Tidak nama Rakka. Aku dimarahi karena aku sleepover dan dan tentang semprotan hama pas hari kedua padahal itu salahnya Rakka. Aku minta maaf tetapi Pak Untung terus marahin. Kakak jaladwara juga berusaha untuk menghentikan Pak Untung untuk marahi aku. Tetapi Pak Untung terus marahin aku. Jadi kata kak Meli kalau mau marah dulu, mending ke belakang dulu. Jadi aku ikut ke belakang. Tetapi aku juga deg deg-an karena cuman aku yang disuruh kebelakang padahal yang lain juga buat kesalahan. Ternyata sampai di belakang sanggar, ada kue nasi dan ayam. Pak Untung tanya, “Hari ini ulang tahun kamu kan?” Aku bilang, “YA ALLAHH….” Dan nangis dengan bahagia dan takut wkwkwk. Terus pak Untung suruh bawa nasinya keluar. Whuuy, aku takut beneran coy. Dari tanggal 10 sampai sekarang, aku masih ingat tuh muka galak Pak Untung. Tetapi aku dapat berbagi kue nasi ke semua orang. Aku juga dapat Rp 7.000 dari teman-teman desa Sumber dan kepala sanggar. Jadi itu tadi, aku mendapat hadiah istimewa yaitu among-among. Jadi among-among adalah tradisi untuk memperingati hari kelahiran. Untuk among-amongku, aku dibuatkan nasi tumpeng, gudangan sayur, telur, krupuk, ayam dan keripik tempe. Jadi kami makan rame-rame dalam cone daun pisang. Aku merasa senang sekali setelah dikasih kejutan. Tetapi ada bagian di tubuhku yang bilang, “Syukur kau belum mati Nara….Nara… Tuhan masih baik.” 

Setelah itu, kami semua pamit dan langsung pulang. 

Gambar 4 dan 5. Dapat nasi tumpeng dan uang. 
Gambar 6 dan 7. Berbagi makan dan senyuman.
Gambar 8 dan 9. Bye bye brothers and sisters. See you next time!

Di angkot dan bis, aku tidur mulu tetapi malah mimpi buruk gara-gara pak Untung. Jadi aku tidak tahu apa yang lain lakukan. Saat kami semua di stasiun Lempuyangan, kami semua pada pamit. Aku, Rakka, Wildan, Fatih dan Bagas, kami berangkat ke Jakarta bareng-bareng. Sherel dan Fefe juga berangkat tetapi turun di Gombong. Kami semua langsung cari makan siang karena semua lapar. Aku dan Rakka pergi ke LOKO. Yang lain tidak tahu. Setelah kami pesen, aku pergi ngeprint ticket aku. Sayangnya, kalau ada yang mau tunjukkan aku dimana printernya, aku akan punya ticket. Saat aku balik tanpa ticket, meja kami malah diambil rombongan lain. Padahal aku sudah suruh Rakka simpan kursi untuk aku. Ya udah. Gak papa. Aku sama Rakka akhirnya ganti kursi. Jadi kami  tanya mbak pengunjung yang duduk sendirian apakah boleh kami duduk bareng dia. Katanya boleh. 

Gambar 10, 11, 12, 13 dan 14. Perjalanan dan perpisahan.

Setelah kami makan, kami kumpul lagi dan lewat gerbong dan pamit dulu ke tim Jaladwara. Di kereta, aku duduk di sebelah Wildan. Rakka dan Bagas yang paling berisik di dalam kereta. Aku suruh mereka untuk sedikit diam tetapi mereka tidak mau dengar. Ya udahlah. Serah mereka. Di dalam kereta, mereka cuman main FF dan lihat meme. Aku dengar musik sambil melihat luar lewat jendela kereta. Saat malam, aku rasa mual. Aku tidak makan apapun termasuk roti yang kubeli tadi. Aku juga tidur doang karena ngantuk, dan saat bangun paling lanjut logbook.  

Sampai stasiun pasar Senen jam 24:00 jadi kami setengah hari di kereta. Kami bertemu orang tua kami dan langsung balik pulang ke rumah. Di mobil aku mau tidur tetapi ibu dan ayah tanya-tanya tentang ekspedisiku. Sampai rumah, aku masuk dan tahu-tahu mas Vaizal, mbak Gita, Mas Ishan, kakakku Aruna dan Stefani membawa kue dan nyanyi selamat ulang tahun! Aku cuman senyum karena aku terlalu ngantuk buat makan. “YA ALLAH…. AKU MAU TIDUR!!”. Ya udah kami semua tidur dan inilah akhir cerita ekspedisiku. 

Terima kasih sudah sabar untuk membaca blogku dan sampai jumpa di blog selanjutnya.

Foto oleh: Tim Jaladwara.