Film ini dibuka dengan Ikal melakukan perjalanan kembali ke Belitung. Dalam perjalanan tersebut, Ikal mengenang kembali saat saat awal ia masuk ke sekolah Muhammadiyah. Di sini kita melihat Ibu Mus yaitu guru di sekolah tersebut dan Lintang yaitu murid pertama Ibu Mus. Untuk membuka Sekolah Muhammadiyah lagi, murid di kelas tersebut harus mencapai sekitar 10 orang. Jika tidak, sekolah Muhammadiyah akan ditutup. Alhamdulillah, sekolah itu mencapai 10 murid dan mereka semua mulai belajar. Beberapa tahun berlalu dan kita bisa melihat mereka berkembang bersama hingga kelas 5 SD.
Saat Lintang dan kawan-kawan belajar bersama bu Mus dan pak Harfan sebagai kepala sekolah turut membantu mengajar ajaran agama Islam tentang bahtera Nabi Nuh. Mereka pulang ke rumah menggunakan sepeda, begitu juga dengan Lintang. Ia pulang ke rumah untuk membantu ayahnya menjaga adik-adiknya. Terjadi hujan lebat di Gantong sehingga sekolah mereka pasti menjadi sasaran air hujan. Pak Harfan sebagai kepala sekolah meminta bu Mus untuk mengajak Lintang dan kawan-kawan untuk belajar di luar kelas. Saat mereka belajar di luar, mereka melihat pelangi dan memutuskan untuk menggunakan nama tersebut sebagai sebutan kekeluargaan mereka, yaitu Laskar Pelangi.
Pada suatu hari mereka semua mengikuti lomba dansa dan mereka menang! Walaupun mereka melawan sekolah yang jauh lebih bagus dengan alat-alat seperti drum, baju yang enak dilihat, dan banyak lagi, sekolah Muhammadiyah melakukan tarian buatan sendiri dan menang lomba tersebut, mereka juga mengikuti lomba cerdas cermat yaitu lomba pengetahuan dasar. Untuk lomba ini terpilih 3 murid dari sekolah yang berbeda dan mencoba menjawab soal musik, IPA, PPKN, bahasa Indonesia, dan matematika.
Ada murid baru yaitu Flo. Sebelumnya Flo adalah murid SD PN TIMAH. Ia bergabung karena ia menyukai tariannya, semua murid menjadi fokus atas kehadiran Flo sehingga nilai mereka menurun. Bu Mus menegur dan menasehati mereka agar kembali fokus belajar lagi.
Film Laskar Pelangi memberikan sudut pandang baru mengenai pendidikan di wilayah Timur. Untuk lebih lanjut, jangan lupa tonton filmnya.
Sumber Gambar: tribunnews.com , https://cucum.my.id
